Dalam menjalani program diet, banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilannya. Salah satu di antaranya adalah tingkat stres yang dialami seseorang yang dapat mengganggu fokus pada pola makan dan olahraga yang tepat.
Stres dapat memicu seseorang untuk mencari solusi cepat melalui makanan sebagai bentuk pelarian dari masalah. Ketika tekanan mental meningkat, kita sering kali kehilangan perhatian dalam menghitung kalori yang masuk ke dalam tubuh.
Stres dan Hubungannya dengan Kebiasaan Makan
Saat seseorang mengalami stres, dorongan untuk mengonsumsi makanan tertentu pun akan meningkat. Hal ini dikatakan memiliki kaitan erat dengan kortisol, hormon yang dihasilkan tubuh sebagai respons terhadap tekanan.
Sejak zaman prasejarah, manusia telah beradaptasi dengan memproduksi kortisol saat menghadapi bahaya. Proses ini berfungsi untuk memberikan energi yang cepat untuk menghadapi maupun melarikan diri dari situasi berisiko tinggi.
Menurut pakar nutrisi, saat dalam kondisi stres, tubuh kita lebih cenderung menginginkan makanan yang mengandung gula dan karbohidrat. Makanan-makanan ini, sering dikenal sebagai comfort food, dianggap dapat memberikan kenyamanan sementara dari ketidaknyamanan yang dirasakan.
“Perbedaan antara stres akibat dikejar singa dengan stres yang muncul saat menghadapi tenggat waktu pekerjaan sebenarnya tidak dikenal oleh tubuh. Respons fisiologisnya serupa, yaitu meningkatnya kadar kortisol yang akhirnya dapat memicu penimbunan lemak,” ungkap seorang ahli kesehatan.
Pola Tidur yang Buruk dan Dampaknya pada Diet
Masalah lain yang sering dihadapi dalam upaya penurunan berat badan adalah kurang tidur. Kebiasaan begadang dapat mengganggu metabolisme tubuh dan berpengaruh terhadap pilihan makanan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan terkemuka menunjukkan bahwa individu yang memiliki pola tidur yang lebih baik cenderung lebih berhasil dalam menurunkan berat badan. Mereka yang tidur dengan cukup selama periode tertentu memiliki peluang lebih tinggi untuk mempertahankan berat badan ideal.
Pola tidur yang buruk sering kali menyebabkan perubahan hormon yang berhubungan dengan nafsu makan. Ketidakstabilan hormonal ini bisa membuat seseorang merasa lebih lapar dan memilih makanan yang tidak sehat.
Selain itu, terbukti bahwa kurang tidur juga dapat mempengaruhi mood dan tingkat energi. Dampak ini seringkali membuat seseorang lebih banyak mencari makanan sebagai sumber energi instan ketika mereka merasa lelah.
Pentingnya Berolahraga dalam Proses Diet
Aktivitas fisik menjadi komponen kunci yang tidak boleh diabaikan dalam program diet. Olahraga membantu membakar kalori dan meningkatkan metabolisme tubuh, menjadikannya pendukung penting dalam penurunan berat badan.
Rutin berolahraga juga memiliki efek positif pada kesehatan mental. Aktivitas fisik dapat menghasilkan endorfin, yang berfungsi sebagai penghilang stres dan meningkatkan suasana hati.
Merancang rencana olahraga yang tepat dapat bervariasi tergantung pada tujuan individu. Beberapa orang mungkin menemukan bahwa berolahraga dengan teman dapat meningkatkan motivasi dan membuat prosesnya lebih menyenangkan.
Meskipun ada banyak jenis olahraga yang bisa dipilih, penting untuk menemukan bentuk aktivitas fisik yang disukai. Hal ini akan membantu menjaga konsistensi dan membuat orang lebih berkomitmen terhadap rutinitas kebugaran mereka.
Strategi Lama yang Masih Efektif dalam Diet
Terdapat beberapa strategi yang terus terbukti efektif dalam mendukung proses diet yang sehat. Salah satunya adalah dengan tetap mencatat asupan kalori harian agar lebih sadar terhadap pola makan sekarang.
Metode ini dapat membantu individu untuk lebih mengevaluasi kebiasaan makan mereka dan membuat perubahan yang diperlukan. Dengan mencatat, seseorang dapat mengidentifikasi hubungan antara makanan yang dikonsumsi dan hasil yang dicapai.
Sebagian ahli juga menyarankan untuk memperhatikan ukuran porsi makanan. Mengontrol porsi dengan tepat dapat membantu dalam hal pengurangan kalori dan membantu seseorang untuk tidak merasa terlalu tertekan saat melakukan diet.
Perencanaan makanan juga merupakan cara cerdas untuk memastikan pola makan sehat. Saat memiliki rencana, individu akan lebih mudah untuk menghindari keputusan makan yang impulsif dan tidak sehat.
